Kisah Warga Solo yang Mengaku Korban Penipuan dengan Modus Mitra MBG, Tertarik dengan Janji Modal Kecil

Laporan Wartawan Outner News, Andreas Chris Febrianto

Berita Luar, SOLO -Ratusan warga Solo dan sekitarnya diduga menjadi korban penipuan yang berkedok mitra penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari informasi yang diperoleh Outner News, diduga sekitar 3.000 warga di Solo Raya menjadi korban penipuan tersebut dengan kerugian total diperkirakan mencapai ratusan juta.

Salah satu tersangka korban bernama Harjoko mengaku bahwa dirinya yang sebelumnya memiliki usaha katering memang sudah lama tertarik untuk bergabung menjadi mitra penyedia program MBG.

Namun karena modal yang cukup besar mencapai miliaran rupiah tersebut membuatnya urung mendaftar.

Itulah celah kelemahan Harjoko hingga akhirnya tergoda oleh tawaran dari seorang perempuan bernama Ery Primasari Kusuma yang mengaku sebagai Ketua Umum Yayasan Barisan Nasional (Barnas) saat menawarkan kerja sama sebagai mitra penyedia program MBG.

"Saya sendiri memang dari awal sudah mencoba berkomunikasi dengan teman-teman untuk membuat dapur SPPG. Tapi modalnya ternyata cukup mahal, membangun SPPG paling tidak modalnya Rp 1 miliar," kata Harjoko, Rabu (30/7/2025).

"Tapi ini tiba-tiba hanya dengan membayar Rp 175 ribu sudah bisa menjadi mitra untuk menyediakan 200 paket. Nah namanya kita bekerja, dan modal juga tidak terlalu besar ya akhirnya saya ambil itu," lanjut dia.

Harjoko semakin percaya dengan iming-iming tersebut, tidak lain karena dirinya menerima undangan sosialisasi tersebut dari rekanannya yang merupakan mantan anggota DPRD Solo.

"Saya tidak tahu Bu Ery itu siapa. Tapi karena saya yang mengundang Pak Paulus. Mantan anggota dewan kan ya tidak mungkin berbohong," katanya.

Ketidakwajaran demi ketidakwajaran akhirnya menjadi kecurigaan bagi Harjoko yang akhirnya membuatnya memiliki alasan kuat untuk bersama sejumlah tersangka korban lainnya datang ke Mapolresta Solo untuk membuat laporan.

"Dari alamat kantor hingga Ketua Umum yayasan, mengapa tidak mencantumkan NIK di surat perjanjian, padahal itu sangat krusial," kata Harjoko.

Sementara itu, Harjoko juga menjelaskan ketika dirinya dan sejumlah orang lainnya mencoba meminta kejelasan terkait program tersebut kepada pihak yayasan, ia selalu menemui jalan buntu hingga saat ini.

"Saya tidak benar-benar, karena saya tidak bisa menghubungi pihak Barnas. Saya meminta (kejelasan) kepada Pak Paulus," katanya.

"Saya tidak tahu (nomor kontak yayasan) bisa dihubungi atau tidak," ujarnya.

Kecurangan yang Diduga Dilakukan oleh Mitra Program Makanan Gratis yang Bergizi

Sejumlah pelaku UMKM dan warga di wilayah Solo Raya diduga menjadi korban penipuan dengan modus kemitraan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditawarkan oleh sebuah yayasan bernama Barisan Nasional (Barnas).

Para korban telah melaporkan kejadian ini ke Polresta Surakarta pada Senin (29/7/2025).

Modus penipuan dilakukan dengan mengatasnamakan program nasional MBG, yang disebut-sebut bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat tidak mampu.

Dalam operasinya, pihak yayasan merekrut mitra penyedia makanan dengan janji keuntungan.

Tidak hanya itu, korban juga telah mengeluarkan biaya tambahan untuk renovasi dapur agar sesuai dengan standar yang diminta pihak yayasan.

Menurut para korban, pihak yayasan juga pernah membagikan draf nota kesepahaman (MoU) yang isinya tidak jelas, bahkan tanggal pelaksanaan pun tidak dicantumkan.

Lebih mencurigakan lagi, situs resmi yayasan tersebut kini tidak dapat diakses.

Pihak yayasan juga pernah menyebut nama-nama tokoh nasional seperti Presiden Joko Widodo, Erick Thohir, hingga Wiranto dalam brosur dan paparan mereka.

Ini diduga digunakan untuk meningkatkan kredibilitas dan meyakinkan calon mitra.

Para korban sudah sejak Januari 2025 dijanjikan akan menjadi penyedia program ini, namun hingga kini belum ada kejelasan.

Padahal, mereka telah membayar Rp 175.000.

Selain itu, sejumlah calon mitra lain juga telah membeli beberapa peralatan dan merenovasi dapur hingga jutaan rupiah agar bisa menjadi mitra.

Program Kemitraan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Kota Solo sejak Januari 2025.

Program ini merupakan inisiatif nasional yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis bagi kelompok rentan, termasuk siswa sekolah, ibu hamil, balita, serta santri di pondok pesantren.

Pelaksanaan perdana program ini berlangsung pada Senin (13/1/2025) dengan menyasar 2.787 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA.

Menu yang disajikan terdiri dari nasi, ayam goreng, oseng tauge, buah jeruk, dan susu kotak.

Dalam pelaksanaannya, MBG bekerja sama dengan dapur penyedia makanan bergizi yang disebut SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

Untuk mempercepat penambahan jumlah SPPG, Pemkot Solo membuka peluang kemitraan dengan masyarakat dan pelaku usaha.

Persyaratan menjadi mitra antara lain harus memiliki dapur sendiri, peralatan memasak, standar kebersihan dan sanitasi yang layak, serta dokumen legalitas usaha seperti NPWP dan izin operasional.

Sistem kemitraan ini menggunakan skema penggantian biaya, di mana mitra terlebih dahulu menyediakan makanan, kemudian dibayar oleh pemerintah setiap minggu.

Fungsi SPPG dalam Program MBG

Salah satu istilah yang sering muncul dalam pelaksanaan program ini adalah SPPG, singkatan dari Sistem Pendaftaran dan Pendampingan Gizi.

SPPG merupakan sistem yang dirancang sebagai mekanisme administratif dan teknis untuk mencatat peserta program MBG sekaligus memantau asupan dan kualitas gizi yang diterima oleh para pelajar.

Program ini menjadi tulang punggung untuk memastikan efektivitas pelaksanaan MBG di lapangan.

SPPG memiliki dua fungsi utama.

Pertama, sebagai sistem pendaftaran online yang memudahkan sekolah-sekolah dalam memasukkan data siswa yang berhak menerima layanan makanan bergizi gratis.

Kedua, SPPG juga berfungsi sebagai alat pendampingan untuk memantau kualitas gizi, jumlah konsumsi, serta keteraturan pemberian makanan.

Setiap sekolah yang menjadi mitra program MBG wajib mengakses platform SPPG untuk memperbarui data harian.

Data ini kemudian dianalisis oleh tim gizi, termasuk ahli nutrisi, untuk menyesuaikan jenis makanan yang diberikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi kesehatan siswa.

(*)

Posting Komentar

0 Komentar