Sudah Terlalu Banyak Menggunakan Paylater? Ini yang Harus Anda Lakukan Untuk Mencegah Utang Menumpuk

Kemajuan teknologi saat ini membuat kita semakin dimanjakan oleh berbagai hal, mulai dari transportasi, kebutuhan bulanan hingga pinjaman online yang tidak memerlukan waktu lama bisa langsung cair ke saldo rekening bank. Jika dulu sebelum teknologi berkembang pesat seperti sekarang ini, jika ingin mengajukan pinjaman di bank pasti harus memenuhi beberapa persyaratan, lalu biasanya akan ada petugas survei dari bank yang datang ke rumah untuk melakukan wawancara singkat mengenai latar belakang kita sebagai nasabah yang akan mengajukan pinjaman. Jika memenuhi persyaratan maka pihak bank akan menyetujui pinjaman kita dengan bunga sebesar persen tertentu dan jangka pembayaran selama beberapa bulan.

Atau mungkin sekitar 15 tahun lalu, kalian pernah mengajukan kartu kredit yang biasanya ditawarkan oleh SPG di mall-mall, bahkan prosedurnya masih rumit seperti harus menyertakan fotokopi KTP, slip gaji, fotokopi tagihan listrik dan air minimal 3 bulan terakhir, dan tentu saja survei dari kantor pusat Bank terkait melalui telepon dimana petugas akan memverifikasi data calon pemegang kartu kredit. Jika data kalian sudah sesuai dan tidak ada masalah maka kartu kredit dapat disetujui dengan batas kredit yang telah ditentukan oleh bank penerbit kartu kredit tersebut.

Sekarang, jika ingin mengajukan pinjaman sudah tidak sekompleks dulu lagi. Apalagi sekarang ada fitur paylater di beberapa aplikasi seperti di marketplace dan juga aplikasi pemesanan tiket online.

Paylater memiliki arti sebagai suatu layanan yang dapat menunda pembayaran. Sesuai dengan artinya "Pay Later" yang artinya "Bayar Nanti" dimana sama saja sistemnya kita berutang dan wajib dilunasi maksimal pada tanggal yang sudah ditetapkan sebagai jatuh tempo.

Ada beberapa aplikasi di Google Play Store yang menyediakan fitur Paylater, antara lain:

Tokopedia Paylater Gojek Paylater Traveloka Paylater Shopee Paylater Ovo Paylater dan masih banyak lainnya

Paylater biasanya bisa kita gunakan untuk menunda pembayaran saat membeli sebuah produk atau layanan tertentu. Misalnya ketika kita membeli tiket menggunakan Traveloka Paylater, maka bisa membayarnya dengan cicilan atau dibayar lunas di bulan berikutnya. Atau misalnya ketika kamu ingin menggunakan layanan transportasi online dengan sistem pembayaran tertunda, maka bisa menggunakan Gopay Later dimana tagihan bulanannya dapat dibayarkan di bulan berikutnya.

Jika kamu terlambat membayar tagihan paylater, tentu saja akan dikenakan bunga yang besarnya berbeda-beda di tiap aplikasi. Keterlambatan membayar tagihan paylater yang kamu miliki dapat mengakibatkan risiko antara lain:

1. Bunga tambahan yang bernilai cukup tinggi

2. Denda keterlambatan

3. Skor kredit menurun yang dapat terlihat dari BI Checking, sehingga ke depannya kamu bisa mengalami kesulitan apabila ingin mengajukan pinjaman kembali.

4. Dihubungi oleh penagih utang

Memang secara tidak langsung kita mengakui bahwa paylater memberikan kemudahan jika ingin membeli barang yang bersifat mendesak namun belum memiliki dana tunai seketika. Misalnya, kamu baru mulai kuliah dan belum memiliki modal laptop untuk mengerjakan tugas-tugas harian di kampus. Karena orang tua tidak memiliki cukup anggaran untuk membelikanmu laptop secara tunai, akhirnya membeli laptop di marketplace dengan metode pembayaran paylater yang akan dibayar selama 6 bulan cicilan misalnya.

Meskipun dikenai bunga ketika berbelanja menggunakan paylater, setidaknya beban finansial orang tuamu menjadi lebih ringan karena tidak perlu mengeluarkan sekian juta rupiah untuk membeli laptop.

Namun, paylater juga dapat memberikan dampak negatif bagi orang-orang yang tidak bijak dalam mengatur keuangan mereka. Akibatnya, pengeluaran semakin meningkat dan cicilan paylater pun semakin membengkak.

Utang paylater jika tidak dibayar akan menimbulkan bunga yang berlipat, sehingga bukan hal yang mustahil jika kamu dihubungi oleh pihak debt collector yang meminta agar segera melunasi utang. Jika sudah dihubungi debt collector, tentu suasana hati semakin tidak nyaman.

Nasi sudah menjadi bubur, jika kamu terlanjur menggunakan paylater dan tidak ingin utang menumpuk karena tidak mampu mengelola keuangan, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu:

1. Hapus Semua Layanan Paylater yang Anda Miliki

Jika kamu merasa trauma dengan utang yang menumpuk di layanan paylater, maka tutup atau hapus semua akun paylater yang kamu miliki. Sebisa mungkin beli barang secara tunai. Jika belum mampu membeli barang yang diinginkan secara tunai, maka tunda dulu keinginan tersebut. Hindari berhutang hanya untuk membeli barang yang bersifat konsumtif. Latihlah dirimu untuk melakukan delayed gratification yaitu menahan keinginan untuk mendapatkan hasil yang lebih bernilai di masa depan.

Lebih baik uangnya ditabung terlebih dahulu dan mungkin saja kamu berubah pikiran beberapa bulan kemudian sehingga tidak punya keinginan lagi untuk membeli barang tersebut.

2. Jika Sudah Memiliki Utang di Paylater, Segera Lunasi Semua

Jika ingin menghapus akunmu di Paylater, tentu syarat utamanya adalah kamu harus melunasi utang-utangmu di paylater. Oleh sebab itu, jika benar-benar ingin meninggalkan paylater dalam hidupmu maka langkah bijak yang harus ditempuh adalah melunasi semua utang paylater tanpa terkecuali berikut bunganya.

3. Kelola Akun Paylater dengan Bijaksana

Seperti pisau bermata dua, paylater memiliki manfaat positif namun sekaligus bisa berdampak negatif bagi pengguna yang tidak bijak menggunakan fitur tersebut. Di satu sisi kita butuh paylater untuk membeli kebutuhan mendesak apabila tidak punya dana tunai sewaktu-waktu. Daripada meminjam saudara yang besar kemungkinan akan mendapat respon negatif dengan nyinyiran mereka, lebih baik membeli barang menggunakan paylater saja, mungkin begitu pemikiran sebagian orang yang memutuskan untuk menggunakan paylater.

Jika kamu tetap ingin menggunakan layanan paylater, buatlah rencana keuangan yang matang terkait penggunaan paylater. Memang ada beberapa barang yang lebih murah dibeli menggunakan paylater, namun jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan untuk terus-menerus menggunakan paylater.

Tentukan batasan jumlah nominal yang dapat kamu belanjakan menggunakan paylater. Jangan lupa untuk membayar tagihan paylatermu tepat waktu agar bunga dan denda tidak semakin menumpuk yang pada akhirnya membuatmu kesulitan dalam membayar tagihan.

Semoga bermanfaat.

Referensi:

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-bandung/baca-artikel/15565/PAYLATER-DENGAN-SEGUDANG-RESIKONYA.html#:~:text=Juru%20bicara%20OJK%20(Authoritas Jasa, wajib dibayar di hari berikutnya.

https://www.banksinarmas.com/id/artikel/risiko-telat-bayar-paylater-tiktok#:~:text=Keterlambatan%20dalam%20membayar%20tagihan%20PayLater,menggunakan%20layanan%20kredit%20apa%20pun.

Posting Komentar

0 Komentar