Laporan Wartawan Outner News, Ahmad Syarifudin
Berita Luar, SOLO -Beberapa mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) meminta kejelasan mengenai kelanjutan program tersebut kepada Yayasan Barisan Nasional (Barnas) yang disebut akan menjalankan program ini.
Hal tersebut merupakan akibat dari dugaan adanya penipuan karena belum ada kejelasan mengenai kelanjutan kerja sama tersebut.
Wali Kota Solo Respati Ardi berencana akan membentuk data pelayanan informasi untuk mencegah kebingungan terkait dengan program ini.
"Biarkan tidak ada yang berbohong lagi. Kita buat data layanan informasi di pemkot. Ada saya pernah dijanjikan satu porsi, maka kita berikan informasi sejelas-jelasnya," jelasnya saat ditemui di Pasar Legi, Rabu (30/7/2025).
Mereka juga akan membentuk tim percepatan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, hingga pemerintah. Hal ini dilakukan agar informasi yang sampai ke masyarakat jelas.
"Kami dalam rangka percepatan MBG akan membentuk tim khusus yang akan diisi oleh TNI, Polri, Kejaksaan, dan pemerintah kota untuk tim percepatan MBG agar informasi jelas," katanya.
Program ini memang sepenuhnya dalam wewenang Badan Gizi Nasional (BGN) tanpa melibatkan pemerintah daerah.
Namun, pihaknya mengambil peran agar pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dapat lebih cepat.
Ia menargetkan hingga akhir tahun ini bisa membentuk 20 dapur SPPG.
"Itu kewenangan pusat tapi inisiatif pemerintah kota dengan forkopimda untuk fokus mempercepat MBG di akhir tahun 20 dapur," katanya.
Menurutnya, sejumlah pihak telah bertanya bagaimana cara mereka bisa terlibat dalam program ini.
Namun hingga saat ini pihaknya belum menerima petunjuk dari pusat mengenai pembentukan SPPG.
"Banyak yang meminta informasi dari kami. Tapi kami juga bingung, pedoman dan petunjuk teknisnya masih dalam pembuatan. Harapannya jelas selesai, kita siap MBG di Solo yang dikordinasikan oleh Kapolres, Dandim, Kajari, dan Pemkot," jelasnya.
Kecurangan yang Diduga Dilakukan oleh Mitra Program Makanan Gratis yang Bergizi
Sejumlah pelaku UMKM dan warga di wilayah Solo Raya diduga menjadi korban penipuan dengan modus kemitraan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijanjikan oleh sebuah yayasan bernama Barisan Nasional (Barnas).
Para korban telah melaporkan kejadian ini ke Polresta Surakarta pada Senin (29/7/2025).
Modus penipuan dilakukan dengan mengatasnamakan program nasional MBG, yang disebut-sebut bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat tidak mampu.
Dalam operasinya, pihak yayasan merekrut mitra penyedia makanan dengan janji keuntungan.
Selain itu, korban juga telah mengeluarkan biaya tambahan untuk renovasi dapur agar sesuai dengan standar yang diminta pihak yayasan.
Menurut para korban, pihak yayasan juga pernah membagikan draf nota kesepahaman (MoU) yang isinya tidak jelas, bahkan tanggal pelaksanaan pun tidak dicantumkan.
Lebih mencurigakan lagi, situs resmi yayasan tersebut kini tidak dapat diakses.
Pihak yayasan juga pernah menyebutkan nama-nama tokoh nasional seperti Presiden Joko Widodo, Erick Thohir, hingga Wiranto dalam brosur dan paparan mereka.
Ini diduga digunakan untuk meningkatkan kredibilitas dan meyakinkan calon mitra.
Para korban sudah sejak Januari 2025 dijanjikan akan menjadi penyedia program ini, namun hingga kini belum ada kejelasan.
Padahal, mereka telah membayar Rp 175.000.
Selain itu, sejumlah calon mitra lain juga telah membeli beberapa peralatan dan merenovasi dapur hingga jutaan rupiah agar bisa menjadi mitra.
Program Kemitraan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Kota Solo sejak Januari 2025.
Program ini merupakan inisiatif nasional yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis bagi kelompok rentan, termasuk siswa sekolah, ibu hamil, balita, serta santri di pondok pesantren.
Pelaksanaan perdana program ini berlangsung pada Senin (13/1/2025) dengan menyasar 2.787 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA.
Menu yang disajikan terdiri dari nasi, ayam goreng, oseng tauge, buah jeruk, dan susu kotak.
Dalam pelaksanaannya, MBG bekerja sama dengan dapur penyedia makanan bergizi yang disebut SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
Untuk mempercepat penambahan jumlah SPPG, Pemkot Solo membuka peluang kemitraan dengan masyarakat dan pelaku usaha.
Persyaratan menjadi mitra antara lain harus memiliki dapur sendiri, peralatan memasak, standar kebersihan dan sanitasi yang layak, serta dokumen legalitas usaha seperti NPWP dan izin operasional.
Sistem kemitraan ini menggunakan skema penggantian biaya, di mana mitra terlebih dahulu menyediakan makanan, kemudian dibayar oleh pemerintah setiap minggu.
Fungsi SPPG dalam Program MBG
Salah satu istilah yang sering muncul dalam pelaksanaan program ini adalah SPPG, singkatan dari Sistem Pendaftaran dan Pendampingan Gizi.
SPPG merupakan sistem yang dirancang sebagai mekanisme administratif dan teknis untuk mencatat peserta program MBG sekaligus memantau asupan dan kualitas gizi yang diterima oleh para pelajar.
Program ini menjadi tulang punggung untuk memastikan efektivitas pelaksanaan MBG di lapangan.
SPPG memiliki dua fungsi utama.
Pertama, sebagai sistem pendaftaran online yang memudahkan sekolah-sekolah dalam memasukkan data siswa yang berhak menerima layanan makanan bergizi gratis.
Kedua, SPPG juga berfungsi sebagai alat pendampingan untuk memantau kualitas gizi, jumlah konsumsi, serta keteraturan pemberian makanan.
Setiap sekolah yang menjadi mitra program MBG wajib mengakses platform SPPG untuk memperbarui data harian.
Data ini kemudian dianalisis oleh tim gizi, termasuk ahli nutrisi, untuk menyesuaikan jenis makanan yang diberikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi kesehatan siswa.
(*)
0 Komentar