Berita Luar, KUPANG --Kehadiran Telkomsel di berbagai aspek kehidupan sudah menjadi kebutuhan yang dapat ikut meningkatkan perekonomian daerah.
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah merasakan peran Telkomsel dalam berbagai aspek kehidupan.
NTT dikenal sebagai provinsi kepulauan dengan total luas wilayah 239.415,54 kilometer persegi, dengan luas daratan 47.931,54 kilometer persegi dengan wilayah laut NTT seluas 191.484 kilometer persegi (BPS NTT 2023).
Potensi darat dan laut mendukung adanya berbagai destinasi atau objek wisata. Objek wisata yang ada di NTT meliputi wisata alam, religi, wisata budaya, termasuk wisata kuliner.
Pemerintah NTT terus melakukan promosi objek wisata yang ada. Untuk promosi, pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta.
Promosi dan sosialisasi yang dilakukan secara efektif tidak terlepas dari peran bidang komunikasi.
Tidak dapat disangkal bahwa jaringan komunikasi yang andal dan terdepan saat ini adalah Telkomsel.
Berbagai bentuk inovasi dilakukan Telkomsel agar tetap dapat mempertahankan predikat 'menguasai pasar dunia' atau pasar global.
NTT juga, selain daerah kepulauan, berada di wilayah 3T yang sangat bersyukur atas kehadiran jaringan Telkomsel.
Kondisi ini memberi semangat kepada Telkomsel untuk terus berinovasi agar tetap menjadi pemimpin di pasar global.
Bukan tidak, saat ini Telkomsel dengan branding sendiri dan tidak diragukan lagi karena sudah melekat erat di hati jutaan pelanggan, termasuk di NTT.
Dalam dunia pariwisata, Telkomsel turut memberikan nuansa, seperti kegiatan-kegiatan usaha perjalanan wisata, termasuk promosi pariwisata.
Kehadiran Telkomsel dengan jaringan yang sempurna dirasakan langsung oleh perusahaan perjalanan wisata yang ada di NTT.
Sebut saja Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).
Ketidaktersediaan jaringan Telkomsel dapat menghambat usaha ini, oleh karena itu bukan tanpa alasan Telkomsel sudah menjadi kebutuhan prioritas.
ASITA dalam aktivitasnya, yang bergerak di bidang jasa layanan wisata dengan anggota adalah pelaku yang menjual paket wisata, baik darat, laut maupun udara.
Ketua ASITA NTT, Oyan Kristian mengatakan, dengan perkembangan digitalisasi saat ini cukup mempengaruhi ASITA. Kompetisi semakin besar dan tinggi karena platform online yang menjual paket, banyak media promosi yang digunakan.
Menurut Oyan, secara umum ASITA NTT menggunakan Telkomsel.
"Kenapa, karena di daerah yang sulit dijangkau, kita hanya berharap pada Telkomsel. Memang ada juga Indosat, tapi hanya di sekitar kota. Sedangkan di daerah yang jauh dari kota, maka Telkomsel itu solusi dan memberi kenyamanan bagi wisatawan agar bisa berkomunikasi," kata Oyan Kristian.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena yang diwawancarai Selasa (29/7/2025) mengatakan, promosi pariwisata di NTT dilakukan oleh pemerintah dan berbagai komponen. Telkomsel adalah salah satu sarana yang turut mendukung promosi pariwisata di NTT.
"Kami telah bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Ibu Meutya Hafid, dan saat itu Ibu Menteri beserta jajarannya berkomitmen untuk meningkatkan jaringan internet di NTT," kata Melki, panggilan akrab Gubernur NTT ini.
"Tentu di era digital ini, kita juga terus berbenah dalam memperkuat jaringan internet di daerah pariwisata. Jadi penguatan jaringan internet ini bukan hanya di daerah pariwisata premium tetapi juga di daerah pariwisata biasa," katanya.
Mengenai jaringan internet, Melki juga mengakui bahwa kebutuhan internet telah menjadi prioritas dalam pengembangan pariwisata.
"Pasti kita usahakan internet dan kita utamakan yang Telkomsel dulu," kata Melki Laka Lena, panggilan Gubernur NTT.
Beruntung Sudah Ada Telkomsel
Direktur Oceania World Travel, Yohanes Rumat yang diwawancarai Kamis (24/7/2025) mengakui, dampak digitalisasi terhadap kemajuan pariwisata terutama promosi dan komunikasi sangat besar, artinya jika agen perjalanan tidak kuat dan tidak mampu menggunakan teknologi digitalisasi maka agen perjalanan tersebut akan tertinggal secara alami tanpa bersaing.
Oleh karena itu, pelaku pariwisata di bidang travel agent yang merupakan garda terdepan dalam mendatangkan wisatawan ke NTT maka wajib hukumnya menguasai digitalisasi.
Dengan demikian peran internet dan kesiapan Telkomsel sebagai unit telekomunikasi yang berhubungan dengan jaringan komunikasi antar negara sangat penting, demikian juga antara destinasi pariwisata satu dan lainnya harus memiliki jaringan yang bagus.
"Kami 'angkat topi' terhadap Telkomsel yang terus meningkatkan pelayanan dengan berbagai inovasi yang selalu baru," kata Yohanes yang juga merupakan Anggota DPRD NTT.
Selain perusahaan perjalanan wisata, pemandu wisata atau tour guide juga mengalami hal yang sama.
Pemandu Wisata Senior NTT, Mesakh Toy A. Md Par, S.E mengatakan bahwa keberadaan internet saat ini sangat mendukung pariwisata di NTT.
"Bagi kami sebagai pemandu wisata sangat beruntung karena saat ini sudah ada internet khususnya Telkomsel. Telkomsel bisa sampai ke desa-desa yang memiliki destinasi wisata, jadi kami para pemandu wisata terbantu," kata Mesakh.
Dia memberikan contoh peran Telkomsel sebagai panduan, seperti melakukan koordinasi dengan pengelola atau penjaga destinasi wisata yang ingin dikunjungi oleh para wisatawan.
"Saya secara pribadi bersyukur ada jaringan Telkomsel ini, ketika saya menangani tamu, sebelum ke obyek wisata kita sudah bisa berkomunikasi dengan pengelola agar mempersiapkan lokasi termasuk jika ada kuliner," kata Mesakh.
Dikatakan, melalui komunikasi itu maka pengelola objek wisata bisa mempersiapkan juga seremonial penyambutan dan sebagai.
"Intinya kami selaku pemandu wisata bersyukur ada Telkomsel. Adanya jaringan Telkomsel bagi dunia pariwisata ini bukan lagi angan-angan atau khayalan," tutupnya.(*)
Ikuti Berita Outner Newslainnya di BERITA GOOGLE
0 Komentar