Peluang Patrick Kluivert Melatih Timnas Indonesia U23 di SEA Games 2025, Gerald Vanenburg Bebas Tugas

Peluang Patrick Kluivert Melatih Timnas Indonesia U23 di SEA Games 2025, Gerald Vanenburg Bebas Tugas

Berita Luar, -Siapa pelatih Timnas Indonesia U23 di ajang SEA Games 2025 menjadi teka-teki karena Gerald Vanenburg bebas tugas.

Artinya, Gerald Vanenburg tidak ditugaskan untuk melatih dan mendampingi Timnas Indonesia U23 mengarungi kompetisi multicabang terbesar Asia Tenggara tersebut.

Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Senior Indonesia memiliki kesempatan besar untuk mendampingi Timnas Indonesia U23.

SEA Games 2025 akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand, dari 9 Desember hingga 20 Desember tahun depan.

Pelatih Timnas Indonesia U23 saat ini, Gerald Vanenburg mengungkap bahwa dia tidak ditugaskan untuk ajang yang dimenangkan Indra Sjafri dua tahun lalu.

"Menyangkut SEA Games, mereka mengatakan bahwa itu bukan sesuatu yang saya kerjakan," kata Vanenburg mengutip.BolaSport (grup suryamalang), Rabu, (30/7/2025).

"Saya ditugaskan ke Kualifikasi Piala Asia U-23, jadi akan berusaha memenangkan itu," katanya.

Kans Patrick Kluivert Turun Gunung

Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 akan diadakan pada 3 hingga 9 September, yang berarti hanya satu bulan mendatang.

Sisa kalender bisa dimanfaatkan pelatih baru untuk memoles Garuda Muda demi mempertahankan medali emas di SEA Games 2025.

Terdapat opsi untuk kembali menunjuk Indra Sjafri, pelatih berpengalaman yang beberapa kali memenangkan trofi sepak bola junior Asia Tenggara.

Meskipun demikian, Indra baru saja gagal memimpin Timnas Indonesia U20 di Piala Asia U-20 2025, sehingga seharusnya ada opsi lain.

Satu opsi yang dapat dieksplorasi adalah memberi tugas kepada pelatih timnas senior Patrick Kluivert untuk semakin mengenal pemain muda Indonesia.

Kluivert dijadwalkan memimpin Timnas Senior dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober, sementara jeda internasional berikutnya akan terjadi pada November.

Pada Desember, saat SEA Games 2025 berlangsung, tidak ada agenda Timnas Senior untuk Kluivert.

Jika Kluivert ditugaskan, ia akan mengikuti jejak Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas senior yang turun ke SEA Games.

Pelatih asal Korea Selatan itu memimpin timnas U-23 di SEA Games 2021 (yang diselenggarakan pada 2022) dengan raihan medali perunggu.

"Kami nanti akan berdiskusi dengan badan tim nasional mengenai pelatih SEA Games 2025, yang pasti untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 tetap Gerald Vanenburg," kata ketua PSSI Erick Thohir.

Akhir Pahit Bagi Vanenburg

Gerald Vanenburg memang baru saja memimpin Garuda Muda di ASEAN Cup U-23 2025 dengan kegagalan di pertandingan final.

Jens Raven dkk tampil tajam dengan 10 gol, tetapi ketajaman itu semu karena delapan di antaranya dicetak ke gawang Brunei.

Saat bertemu tim yang lebih kuat, Indonesia kesulitan tampil produktif meskipun mampu menguasai bola.

Empat pertandingan terakhir melawan Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam berakhir dengan skor 1-0, 0-0, 1-1, dan 0-1.

Kemenangan atas Thailand di babak semifinal ditentukan melalui adu penalti setelah 120 menit hanya mencetak gol melalui sundulan Jens Raven.

Gerald Vanenburg sendiri kecewa karena anak asuhnya gagal menjalankan instruksinya saat melawan Vietnam.

Menurut Gerald Vanenburg, dia sebenarnya sudah memberikan instruksi yang berbeda, tepatnya menjelang akhir pertandingan.

Para pemain diminta untuk terus mengalirkan bola ke depan dan bersaing di udara di dalam kotak penalti lawan.

Nantinya, bola kedua harus dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menciptakan peluang.

Bukti rencana ini tidak dapat berjalan dengan baik meskipun Timnas Indonesia U23 tampil cukup baik.

"Saya pikir itu juga sesuatu yang membuat saya tidak puas. Itulah mengapa kita mengubah strategi dan menempatkan serangan di depan," jelasnya.

"Satu-satunya hal yang perlu kita lakukan adalah mengangkat bola tinggi, berjuang, dan mengambil bola kedua, tapi itu tidak semudah itu," kata Vanenburg.

Garuda Muda memang beberapa kali menciptakan peluang yang berpotensi merepotkan tim lawan.

Masalah di lini depan yang kurang klinis membuat mereka kesulitan mencetak gol dalam pertandingan tersebut.

Berikutnya, beberapa aspek harus mereka evaluasi karena tidak berjalan sesuai rencana.

"Jika kamu melihat betapa banyak peluang yang telah kita lewatkan," katanya.

"Kamu hanya bisa mengatakan bahwa tentu saja kita harus memasukkan bola lebih awal ke kotak penalti, tapi itu tidak optimal hari ini, benar, dan saya juga tidak puas dengan itu," jelas Vanenburg.

Vanenburg menambahkan, satu hal positif yang bisa mereka lakukan adalah membuat Vietnam kesulitan mencetak gol.

Timnya hanya kebobolan melalui skema bola mati yang membuktikan Garuda Muda sebenarnya memiliki peluang untuk menang.

Kembali mereka harus bisa memanfaatkan semua kesempatan di depan kotak penalti karena hal ini cukup kritis.

"Tapi di sisi lain, saya pikir jika Anda melihat berapa banyak peluang yang kita buang" kata Vanenburg.

"Hampir tidak ada, dan kita memberikan ruang, jadi itu sesuatu yang menurut saya juga sesuatu yang bisa kita banggakan," tutupnya.

(BolaSport.com/BolaSport.com)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>>WhatsApp

Posting Komentar

0 Komentar