KESAKSIAN Teman Kos Mulyono, Tepis Tuduhan Rekan Kuliah Jokowi sebagai Calo Tiket

KESAKSIAN Teman Kos Mulyono, Tepis Tuduhan Rekan Kuliah Jokowi sebagai Calo Tiket

Berita Luar- Perselisihan mengenai sosok Mulyono, teman kuliah Jokowi yang hadir dalam acara reuni Fakultas Kehutanan UGM, semakin menemui titik terang.

Mulyono dituduh sebagai calo tiket di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. Nama aslinya disebut Wakidi. Pihak yang menuduh Mulyono sebagai calo tiket adalah Muhammad Taufiq, pengacara senior di Surakarta, dan dokter Tifa, pegiat media sosial yang giat mengkritik ijazah Jokowi.

Setelah tuduhan itu viral di media sosial, satu per satu pihak membantah berita tersebut.

Baru-baru ini, teman kos Mulyono semasa kuliah muncul dan memberikan kesaksian.

Baskoro Muncar mengakui dirinya adalah lulusan Fisipol UGM Yogyakarta.

Ia pernah tinggal di asrama yang sama dengan Mulyono yang kuliah di Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.

Baskoro Muncar yang saat ini berada di tanah kelahirannya, Wonogiri Jawa Tengah, mengizinkan Tribunjogja.com untuk mengutip postingan di akun Facebook-nya.

Begini tulisan Baskoro Muncar di Facebook yang menyatakan sebagai teman satu kos Mulyono yang saat itu tercatat sebagai Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.

Saya tergerak untuk menjelaskan, mengenai Mulyono yang disebut-sebut memiliki nama panggilan Wakidi dan berprofesi sebagai calo di terminal Tirtonadi, Solo.

Awalnya saya hampir tertipu juga dengan isu itu. Tapi ingatan saya kembali ke tahun 1985.

Mungkin ini Mas Mul, teman sekos dulu di Jalan Kaliurang Km 5,5 Gang Kenari II.

Pak Mul di kos-kosan yang bernama Flamboyan tersebut termasuk senior. Sementara saya baru saja masuk.

Fakultas kami berbeda. Mas Mul di Fakultas Kehutanan UGM, sedangkan saya di FISIPOL UGM.

Namun kami sering bersapa karena kebetulan berasal dari kabupaten tetangga. Mas Mul berasal dari Sukoharjo, sedangkan saya berada di sebelah selatannya.

Ada teman FB Mas Heru Santoso IV yang dalam unggahannya menyebut sebagai teman SMP Mas Mul.

Saya berkomentar di halaman miliknya mengenai Mulyono yang sedang viral itu.

Semua pertanyaan saya, berkat bantuan Mas Heru telah dikonfirmasi. Orang yang memakai kaos biru itu adalah Mas Mul.

Saya juga memeriksa dengan saudara yang dulu teman kos di Flamboyan. Dan saudara ini mengonfirmasi bahwa memang Mulyono adalah Mas Mul. Jadi pasti, beliau adalah lulusan Fakultas Kehutanan.

Mohon teman, jangan terburu-buru dalam mencari kebenaran. Fakta adalah fakta. Saya tidak sedang membela Jokowi terkait ijazahnya. Biarkan pengadilan yang memutuskan.

Saya hanya fokus pada Mas Mul yang menjadi bulan-bulanan di media sosial.

Semoga Mas Mul bisa menghadapi dengan tenang dan kalem, seperti sifat beliau saat masih menjadi anak kos di Flamboyan.

Baskoro Muncar yakin bahwa Mulyono yang sedang viral itu adalah Mas Mul teman kosnya.

Dia sudah memastikan ke sana-sini dan masih mengenali wajah Mas Mul.

Kesaksian Tokoh Tua di Terminal

Tokoh senior di Terminal Tirtonadi juga sempat berkata mengenai Mulyono.

Ia adalah Anggota Habma Terminal Tirtonadi, Sumaryo Umar Sahid (70).

Berdasarkan penelusuran di lapangan, petugas dan agen tiket di Terminal Tirtonadi Solo membantah berita yang menyebut Mulyono sebagai calo.

Nama tersebut tidak terdaftar dalam data agen resmi maupun anggota Himpunan Agen Bus Malam.

Petugas yang tidak ingin disebut namanya mengatakan penertiban keberadaan calo telah dilakukan secara ketat, dan semua agen tiket bus resmi terdaftar di terminal.

Berita tersebut juga disangkal oleh Himpunan Agen Bus Malam Terminal Tirtonadi (Habma) Terminal Tirtonadi, yang menyatakan tidak pernah bertemu atau mengenal Mulyono.

Sumaryo Umar Sahid (70) mengaku sejak menjadi penjual tiket di Terminal Tirtonadi sejak tahun 1970, tidak mengenal Mulyono.

"Saya tidak tahu, tidak mengenal dan belum pernah bertemu. Nama itu juga tidak terdaftar," kata Sumaryo saat ditemui.

Dikatakannya, total sekitar 200 orang, dan ada 80 orang yang aktif menjadi agen bus di Terminal Tirtonadi.

Setiap 2 tahun sekali, terjadi perubahan pengurus dan anggota Habma.

"Ada datanya, sekarang agen itu di Terminal Tirtonadi," katanya.

Sumaryo mengaku tidak terganggu dengan kabar tersebut. Karena, informasi tersebut tidak benar.

"Tidak terganggu sebenarnya, memang tidak ada seperti itu," jelasnya.

Penjelasan Taufiq Pengunggah Video

Setelah isu Mulyono sebagai calo tiket bus viral di publik, Muhammad Taufiq memberikan penjelasan mengenai video tersebut.

Taufiq mengakui mendapatkan informasi itu dari seseorang di Terminal Tirtonadi bernama Herman Broto.

Taufiq mengatakan, dari Herman, ia mendapatkan informasi bahwa Mulyono pernah bekerja di Terminal Tirtonadi sebagai pencari penumpang untuk bus.

Tapi menurut Herman, dia sudah melihatnya sejak lama, pada tahun 90-an.

"Jadi yang melihat Wakidi (Mulyono) hanya Pak Herman itu, (penjual tiket) yang lainnya tidak tahu," kata Taufiq, dikutip dari Tribunsolo, Selasa (29/7/2025).

Seperti memperkuat apa yang ia tampilkan dalam video, Taufiq kemudian membuat video di mana ia bertanya kepada sosok Herman di Terminal Tirtonadi.

Dalam video tersebut, dia menunjukkan sosok Herman dan bertanya kembali tentang Mulyono, teman Jokowi itu.

"Video saya tidak boleh membuat hoaks, menyebar fitnah, dan harus berbasis data. Jadi sebelum saya unggah (tayangkan), saya meminta konfirmasi terlebih dahulu kepada orang yang bernama Herman Broto," kata Taufiq.

Video itu diunggah Taufiq di kanal YouTube-nya, Muhammad Taufiq & Partners Law Firm, pada malam Minggu.

Namun, sejak Senin (28/7/2025) siang, video berjudul "Mbledos Calo Tiket Tirtonadi itu Ngaku Alumni UGM" itu, tidak lagi bisa dilihat publik.

Padahal, video itu pernah ramai dan mendapat ratusan ribu tayangan.

Menurut keterangan di YouTube, video tersebut bersifat pribadi alias tidak lagi bisa dilihat oleh umum.

Tapi, Taufiq mengaku tidak tahu mengapa video itu tidak lagi bisa dilihat oleh publik.

Taufiq membantah bahwa dia sengaja memprivat atau menghapus video tersebut.

"Tidak (dihapus) itu. Sepertinya ada yang melaporkan," kata Taufiq.

Ia juga menantang publik, terutama pihak yang mendukung Jokowi, untuk bisa membantah tuduhannya itu.

"Silakan kalian membantah. Aku ini orang Solo, lahir di Solo menyelesaikan S1, S2, S3 di Solo. (Kuliah) UNS 11 Maret. Tidak perlu diperdebatkan apakah ijazahku asli. Teman-temanku semua asli, ada semua. Kalau ditanya disertasiku ya tahu," katanya.

Munculnya video itu kemudian direspons oleh Dokter Tifa melalui akun X-nya. Dokter Tifa mengaku mendapatkan informasi bahwa Wakidi bukan seorang insinyur.

"Masih ada 'Alumni UGM Angkatan 80' yang mengaku bernama Mulyono, dan skripsinya mengambil bidang Ekonomi Manajemen," cuit Dokter Tifa pada Minggu.

Setelah BIN bekerja, bukan BIN yang itu tetapi Badan Intelijen Netizen, ketahuan, ternyata Mulyono 'Alumni UGM bidang Ekonomi Manajemen' ini nama aslinya Wakidi, calo Terminal Bus Tirtonadi Solo.

Hal lain yang membuat Dokter Tifa terkejut adalah bagaimana seorang lulusan Teknik tidak mampu membeli gigi palsu.

Pantesan, kok saya ragu ya, ada lulusan UGM seperti ini, masa Insinyur tidak mampu membeli gigi palsu?

Dokter Tifa juga menyentuh sistem pendidikan Indonesia yang terasa mudah dimanipulasi.

Betul-betul UGM dibuat nyungsep ke comberan sama si Mukidi, temannya si Wakidi

"Renungan, betapa mudahnya di Indonesia ini, seseorang mengaku-aku lulusan universitas ini dan itu, apalagi jika sudah memiliki 'ijazah' meskipun buatan pasar Pramuka bukan buatan universitas. Sedihnya negeriku," lanjut Dokter Tifa.(*/tribunmedan.com)

Artikel ini telah tayang diTribunJakarta.comdanTribunJogja

Baca beritaTRIBUN MEDANlainnya diBerita Google

Ikuti juga informasi lainnya diFacebook,InstagramdanTwitterdanSaluran WA

Berita viral lainnya diTribun Medan

Posting Komentar

0 Komentar