Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
Berita Luar, BANDUNG- Prime Center Clinics kembali menghadirkan inovasi layanan kesehatan mata melalui pembukaan booth di Mall 23 Paskal Bandung.
Selama periode 28 Juli hingga 3 Agustus 2025, masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan mata secara gratis dan berkonsultasi langsung dengan tim medis profesional mengenai prosedur Laser Vision Correction (LVC) yang ditawarkan.
Salah satu yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah penawaran treatment Laser Vision Correction dengan harga promo mulai dari Rp13,5 juta untuk dua mata.
Teknologi yang digunakan bukan sembarangan, meliputi SMILE Pro, FemtoLASIK, TransPRK, hingga PRESBYMAX, teknologi terkini dalam dunia bedah refraktif yang mampu mengoreksi berbagai kelainan refraksi seperti rabun jauh (minus), rabun dekat (plus), dan astigmatisme (silinder).
Menurut dr. Novita Sitompul, Sp.M(K), Konsultan Katarak dan Bedah Refraktif dari Prime Center Clinics, teknologi yang ditawarkan di kliniknya memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan layanan sejenis di tempat lain.
"Koreksi Penglihatan Laser (LVC) adalah seluruh tindakan laser yang digunakan untuk menghilangkan kebutuhan kacamata. Di dalamnya termasuk LASIK, TransPRK, dan Smile Pro," katanya saat diwawancarai di booth pameran, Selasa (29/7/2025).
Sebagai informasi, LASIK adalah prosedur koreksi penglihatan yang menggunakan laser setelah membuat flap tipis di kornea. Prosesnya cepat, pemulihannya juga singkat.
TransPRK tidak menggunakan sayatan atau flap. Laser secara langsung menghilangkan lapisan epitel kornea, kemudian membentuk ulang permukaannya. Karena tidak ada flap, metode ini lebih aman untuk kornea yang tipis.
SMILE Pro adalah teknologi terbaru yang juga tanpa flap. Laser membentuk dan mengangkat jaringan kecil (lenticule) dari dalam kornea melalui sayatan mikro.
Yang membedakan Prime Center dengan tempat lain, selanjutnya, adalah kelengkapan metode laser yang tersedia.
"Biasanya klinik hanya memiliki satu metode. Tapi di sini, semuanya tersedia. Jadi pasien bisa memilih teknik yang paling sesuai dengan kondisi matanya," jelasnya.
Mengenai prosesnya, Dr. Novita menegaskan bahwa tindakan LVC bisa berlangsung sangat singkat.
"Smile Pro hanya membutuhkan 10 detik per mata. LASIK biasa sekitar 30 detik, TransPRK sekitar 30 hingga 50 detik. Tergantung pada tekniknya, tapi semuanya cepat," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa tindakan ini sangat aman, dengan tingkat risiko efek samping yang sangat rendah.
"Angkanya bahkan jauh di bawah satu persen," katanya.
Namun tidak semua orang dapat langsung menjalani prosedur ini. Diperlukan pemeriksaan awal untuk mengetahui ketebalan dan bentuk kornea.
"Jika kornea terlalu tipis atau permukaannya tidak rata, tidak bisa dilakukan lasik. Pemeriksaan ini sangat penting, dan di sini sudah menggunakan mesin canggih yang dapat mendeteksi dengan akurat," jelasnya.
Jika tidak memenuhi syarat untuk di LASIK, pasien tetap memiliki pilihan lain.
"Ada ortho-K, yaitu lensa kontak khusus yang digunakan saat tidur, seperti kawat gigi tapi untuk mata. Jadi pagi harinya bisa melihat jelas tanpa kacamata. Ada juga opsi lensa yang ditanam, seperti softlens tapi ditanam di dalam bola mata," jelasnya.
Prosedur ini tidak memerlukan rujukan dokter dan dapat diakses langsung oleh masyarakat umum.
Namun karena sifatnya termasuk layanan kosmetik dan elektif, biaya tidak dapat ditanggung oleh BPJS atau asuransi umum.
"Siapa pun yang memiliki keluhan mata minus, plus, atau silinder dan ingin hidup bebas kacamata, bisa langsung datang ke sini," kata dr. Novita.
Tindakan LVC dapat dilakukan untuk mereka yang berusia antara 18 hingga 50 tahun.
"Kenapa maksimal 50? Karena setelah itu mulai masuk usia risiko katarak. Jika sudah mendekati katarak, ya sia-sia saja dilakukan lasik," kata Dr. Novita.
Sementara untuk tingkat minus yang dapat ditangani, mulai dari -0,5 hingga -12 atau -13, tergantung kondisi kornea.
"Saya pernah menemui yang minus hingga 30, tapi untuk bisa di LASIK harus diperiksa ketebalan korneanya terlebih dahulu. Idealnya di atas 500 mikron," jelasnya.
Pasien yang menjalani tindakan LVC diimbau untuk tidak terkena debu, air, atau angin kotor selama sekitar satu minggu.
"Tidak perlu sampai harus terus di rumah, cukup gunakan kacamata pelindung dan istirahat sehari. Biasanya dalam sehari sudah bisa bekerja lagi," ujar dr. Novita.
Untuk kontrol, pasien cukup datang dua kali setelah tindakan, yaitu seminggu dan sebulan kemudian.
Dengan hadirnya teknologi SMILE Pro dan TransPRK, Prime Center Clinics menjadi satu-satunya klinik di Jawa Barat yang menyediakan metode LVC terlengkap.
"Di Indonesia ada beberapa, tapi di Jawa Barat hanya kami yang memiliki Smile Pro. TransPRK juga hanya di sini," katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan akan koreksi penglihatan di Indonesia sangat besar, terutama karena prevalensi kelainan refraksi pada ras Asia tergolong tinggi.
Oleh karena itu, ekspansi layanan ke kota lain sangat mungkin dilakukan di masa mendatang.
Bagi Anda yang ingin berkonsultasi, Booth Prime Center Clinics berada di Hejo Lobby Lantai 1 No. B2, tepat di depan Main Atrium Mall 23 Paskal Bandung.
Pengunjung bisa langsung berkonsultasi, mendapat informasi lengkap, di klinik di Jalan Nana Rohana No.37, Wr. Muncang, Kec. Bandung Kulon, Kota Bandung.
0 Komentar