
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II 2025 Dibahas oleh Berbagai Media Internasional
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan kedua tahun 2025 mencatatkan angka sebesar 5,12 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan peningkatan dari pertumbuhan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,87 persen. Angka tersebut menjadi sorotan berbagai media internasional, termasuk Reuters, Nikkei Asia, Channel News Asia (CNA), dan Bao Moi.
Pemberitaan dari Reuters
Reuters melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua lebih baik dari ekspektasi. Mereka menyebutkan bahwa laju pertumbuhan ini adalah yang tercepat dalam dua tahun terakhir. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa PDB naik menjadi 5,12 persen, meningkat dari 4,87 persen pada kuartal sebelumnya. Angka ini juga melampaui perkiraan jajak pendapat Reuters sebesar 4,80 persen.
Menurut pandangan dari Ekonom DBS Bank, Radhika Rao, pertumbuhan ini merupakan kejutan positif. Ia menyebutkan bahwa perbedaan antara prediksi dan realisasi kemungkinan disebabkan oleh kondisi neraca ekspor-impor yang menguntungkan. Hal ini didorong oleh percepatan pengiriman pesanan ekspor sebelum tarif impor AS diberlakukan.
Meskipun ada beberapa indikator ekonomi yang menunjukkan penurunan, seperti penurunan penjualan mobil dan indeks manufaktur yang kontraksi, pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh. Konsumsi rumah tangga, yang menyumbang lebih dari setengah PDB, tumbuh sedikit menjadi 4,97 persen. Sementara itu, investasi melonjak tajam menjadi 6,99 persen, tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Ekspor juga meningkat, terutama dari pengiriman minyak nabati, logam, produk elektronik, dan suku cadang kendaraan. Pemerintah menyatakan akan terus memberikan dukungan fiskal untuk menjaga pertumbuhan di paruh kedua tahun ini, salah satunya dengan memperpanjang insentif pajak untuk pembelian rumah hingga Desember, serta memberikan diskon tiket pesawat untuk mendorong belanja masyarakat saat libur akhir tahun.
Pemberitaan dari Nikkei Asia
Media Jepang, Nikkei Asia, juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi. Mereka menyebutkan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh 5,12 persen pada periode April-Juni 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini didorong oleh lonjakan ekspor dan belanja pemerintah, menurut data dari BPS RI.
Pemberitaan dari Channel News Asia (CNA)
Channel News Asia (CNA) menyoroti bagaimana pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal kedua dari 4,87 persen pada tiga bulan sebelumnya. Menurut CNA, data dari BPS menunjukkan bahwa laju pertumbuhan kuartal kedua ini merupakan yang tercepat sejak kuartal kedua tahun 2023. Selain itu, mereka menyebutkan bahwa PDB tumbuh 4,04 persen pada April–Juni secara kuartalan (non-musiman).
Pemberitaan dari Bao Moi
Dalam artikelnya, media lokal Vietnam, Bao Moi, menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat menjadi 5,12 persen pada triwulan II, naik dari 4,87 persen di triwulan I. Mereka menyebutkan bahwa peningkatan ini melampaui prediksi banyak lembaga ekonomi yang sebelumnya memperkirakan di bawah 5 persen.
Konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama, dengan kontribusi sebesar 2,64 persen terhadap pertumbuhan PDB. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang mencerminkan aktivitas investasi, juga menyumbang 2,06 persen. Sebaliknya, belanja pemerintah justru mencatatkan angka negatif sebesar -0,22 persen, menunjukkan pemulihan pengeluaran negara yang masih lambat.
Laporan dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEB UI) memperkirakan pertumbuhan triwulan II hanya sekitar 4,78–4,82 persen. Proyeksi ini disebabkan oleh daya beli yang lemah, transisi politik, dan iklim investasi yang masih menghadapi berbagai hambatan. Laporan tersebut juga menyoroti tantangan struktural seperti ketergantungan pada ekspor komoditas mentah, produktivitas rendah, serta ketegangan dagang global.
0 Komentar