
Olahraga itu wajib. Itu adalah pesan yang biasanya kita dengar dari orang tua, guru, tetangga, atau siapa saja. Alasannya, tentu sudah tidak perlu dijelaskan lagi. Karena kita semua sudah memahami manfaat yang diperoleh dari kegiatan olahraga. Ya, tentu saja kesehatan.
Nah, meskipun memiliki banyak manfaat yang penting, menariknya, kegiatan olahraga sering menjadi aktivitas yang sulit dilakukan. Umumnya, hal ini sulit dilakukan oleh para pejuang cuan harian, yang biasanya berangkat subuh dan pulang malam hari. Faktor utama yang menjadi penghalangnya adalah faktor kelelahan dan ketersediaan waktu. Benar kan?
Namun, apapun alasannya, saya yakin Anda setuju dengan saya bahwa olahraga adalah hal yang sangat penting. Ini sudah tidak bisa ditawar lagi. Konsekuensi dan taruhannya adalah kesehatan kita sendiri. Semakin jarang tubuh diolah secara tepat, tubuh biasanya akan mudah sakit, terutama pusing dan mudah lelah. Sebagian orang mengalami kelebihan berat badan.
Karena alasan itulah, saya mencari-cari celah waktu dalam 24 jam sehari itu. Sebisa mungkin harus ada yang dikorbankan untuk mendapatkan sedikit waktu untuk berolahraga. Sebagai pejuang cuan harian yang biasanya berangkat subuh dan pulang malam hari, ini adalah perjuangan yang sangat berharga.
Meski hanya 5-10 menit, saya akan berusaha memanfaatkannya. Misalnya, perjalanan pagi pergi dan pulang dari stasiun kereta, biasanya saya lakukan dengan sepeda motor.
Dari sekian banyak tempat parkir, saya sengaja memilih salah satu tempat parkir yang berjarak sekitar 50 meter dari stasiun. Kata istri saya, jangan terlalu jauh, nanti susah sendiri, bisa-bisa malah ketinggalan kereta. Jarak yang sedikit ini, saya manfaatkan untuk berjalan kaki. Lumayan lho, karena jalannya agak menanjak. Berjalan kaki ini pun menjadi awal olahraga kecil setiap pagi.
Semangat olahraga memang harus dijaga, tetapi sebagai seorang "trainer" alias penumpang kereta, saya tetap harus memperhatikan waktu. Turun dari kereta, saya masih harus berjalan keluar dari stasiun kereta. Ya, jaraknya sekitar 50 meter.
Di luar stasiun, tersedia godaan yang nyaman, yaitu naik ojek online. Ini juga harus bisa dikalahkan, agar rencana berolahraga tetap terjaga. Masih ada jarak sekitar 1,2 kilometer menuju tempat saya bekerja. Sebenarnya tidak terlalu jauh. Jika ada teman ngobrol, jarak ini terasa pendek dan singkat. Jika sendirian, rasa lelah terasa dan yang pasti, keringat pasti keluar.
Menurut aplikasi olahraga yang saya gunakan, setiap hari, dengan berjalan kaki sejauh 1,2 kilometer, saya menghabiskan sekitar 400 kalori. Begitu juga ketika pulang kerja. Artinya saya bisa menghabiskan sekitar 800 kalori pergi dan pulang setiap hari. Lumayan banget, kan.
Di tempat kerja, saya tidak menggunakan lift. Saya berusaha untuk berjalan ke lantai 2 dan lantai 3. Selain membakar energi, otot paha dan persendian menjadi lebih kuat, jantung lebih sehat, dan tubuh tidak mudah lelah. Nah, karena sudah bisa rutin seperti ini, tinggal mengatur pola makan, agar hasilnya terasa. Hasilnya sangat diidam-idamkan oleh para pejuang diet.
Pembaca, bercerita tentang makanan, sebenarnya ini juga tantangan berat bagi saya. Alasannya sederhana, istri saya pandai memasak dan masakannya enak-enak. Tentu, sebagai suami yang mencintai istrinya, ciee... saya sering tergoda dengan masakan istri.
Berjalan kaki memang merupakan kegiatan fisik yang sederhana, tetapi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental. Berjalan kaki secara rutin dapat membuat tubuh lebih bugar, jantung sehat, serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti jantung dan diabetes, serta membantu menjaga berat badan ideal.
Manfaat lain yang saya peroleh dari berjalan kaki adalah suasana hati yang lebih ceria, stres berkurang, dan yang paling penting, tidur menjadi lebih berkualitas.
Untuk Anda yang sangat sibuk, ide olahraga kecil ini mungkin bisa dilakukan. Atau, mungkin juga memberi ide lain yang cocok untuk Anda. Tentu saja, cara ini tidak sama bagi semua orang. Intinya, sebisa mungkin kita memberi ruang dan waktu untuk berolahraga agar tubuh tidak mudah sakit. Lagipula, sakit tidak mengenal usia kan. Sehat itu berharga. Semangat mencoba dan salam olahraga!***
0 Komentar