
Berita Luar-Warga Desa Roomo, Manyar, Kabupaten Gresik masih membekas ingatan saat partikel berwarna putih menghujani pada Selasa (29/7) malam. Saat membersihkan halaman rumah Rabu (30/7) pagi pun masih waswas kembali terpapar.
Apalagi partikel seukuran garam masih sering ditemukan di rumah warga. PemantauanJawa Pos, jalan desa itu terlihat seperti biasa. Seperti tidak ada yang aneh. Namun jika diperhatikan, partikel-partikel putih masih banyak berkumpul di tepi-tepi jalan, daun-daunan, hingga sudut-sudut rumah.
Secara sekilas dilihat oleh mata, warna putih itu mirip seperti butiran garam. Bentuknya tidak beraturan seperti gula.
"Kemarin malam sedang ada angin yang lumayan, saya jalan saja sakit banget di mata," kata Nasifa, warga setempat.
Para ibu-ibu di sekitar Balai Desa juga mengakui hal yang sama. Mata mereka terasa perih, sehingga memilih masuk ke dalam rumah.
Hujan partikel berwarna putih itu berlangsung sekitar dua jam. Perangkat Desa Roomo Zahid mengaku bahwa sebelum pukul 20.00, dampak kebocoran PT Linde sudah sampai ke pemukiman.
"Semalam saya ingin menghadiri pertemuan, tiba-tiba ada hujan putih itu," kata Zahid.
Dia mengakui, hujan partikel itu baru berhenti sekitar pukul 22.00.
"Penduduk sini sudah tahu tentang polusi. Tapi semalam ketika terkena cahaya berkedip-kedip," kata Zahid.
Warga juga merasakan mata perih, masalah tenggorokan, sesak napas, hingga kulit gatal. Empat warga harus dibawa ke rumah sakit.
"Untung sudah kembali tidak sampai dirawat," tambah Zahid.
Empat warga tersebut antara lain, Wulansari, Sri Unria, Hariyono, dan Hawa Al Qorni. Zahid mengaku tidak hanya area permukiman yang terdampak oleh partikel tersebut. Sejumlah tambak di sebelah utara desa juga terkena dampaknya.
"Baru saja kami meminta agar tidaktindakanDulu. Tambak saya dan warga lain juga terkena," jelas Zahid.
Dalam video amator yang beredar, terlihat kepulan asap keluar dari pabrik PT Linde. Dalam video lain, partikel-partikel putih beterbangan di area permukiman seperti abu.
Informasi yang dikumpulkan, terjadi kebocoran pada fasilitascoolboxPT Linde. Rabu (30/7), Jawa Pos mencoba mengonfirmasi mengenai kejadian tersebut kepada pihak PT Linde melalui WhatsApp. Namun hingga berita ini ditulis belum mendapatkan respons.
Sementara itu, kejadian yang terjadi malam Selasa (29/7) menjadi perhatian Komisi III DPRD Gresik. Rabu (30/7), dewan mengunjungi rumah-rumah di Desa Roomo hingga mendatangi pabrik PT Linde. Dalam waktu dekat, dewan akan memanggil pihak PT Linde beserta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik.
Wakil Ketua Komisi III Abdullah Hamdi mengatakan bahwa apa yang dirasakan masyarakat cukup parah. Karena pada malam itu mata warga yang berada di luar rumah menjadi perih dan sesak napas.
"Ini akan kita awasi, partikel apa ini. Mengapa bisa mengkilap ketika terkena cahaya," kata Abdullah Hamdi.
Mereka cukup prihatin melihat peristiwa tersebut. Apalagi di Desa Roomo tidak ada alat pemantau udara meskipun berada di sekitar industri.
"Di sini ada, tetapi hasil beli swadaya masyarakat. Kata warga, dulu pernah meminta ke DLH tapi alasannya sudah ada di KIG. Padahal jauh," ujar Abdullah Hamdi.
Tidak hanya dampak kesehatan, partikel itu juga sampai ke tambak-tambak warga. "Nanti kami panggil, bagaimana tanggung jawabnya terhadap apa yang dialami warga ini," tegas Hamdi.
Anggota politikus PKB juga meminta DLH lebih proaktif. Tidak hanya bergerak setelah menerima laporan atau saat pemantauan rutin.
Kami di Komisi III banyak mendapatkan pabrik-pabrik yang beroperasisembarangan"Terutama yang kecil-kecil," jelas Abdullah Hamdi.
Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Gresik dr Anik Lutfiyah mengatakan bahwa perlu dilakukan pengujian lebih lanjut terkait partikel tersebut. Apakah berbahaya atau tidak.
Namun, melihat apa yang dialami warga berupa iritasi mata hingga sesak napas, pihaknya mengimbau untuk menggunakan pelindung saat keluar rumah.
"Gunakan masker. Kemudian untuk menjaga daya tahan tubuh, tingkatkan minum air putih dan perhatikan gizi makanan. Ini langkah awal untuk antisipasi hingga ada hasil uji partikel tersebut," kata Anik Lutfiyah.
0 Komentar