Warga Swadaya Menimbun Jalan Berlubang, Ini Tanggapan Kepala Dusun Desa Sunggal Deli Serdang

MEDAN, Outner News- Pemerintah Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, merespons inisiatif masyarakat yang memperbaiki jalan berlubang.

Warga menimbun sendiri Jalan Setia Makmur, Dusun II, Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, dengan mengumpulkan dana dari masyarakat.

Kepala Dusun II, Fitri Ratnawati, menyambut baik inisiatif warga yang bergotong royong menunjukkan kepedulian terhadap jalan.

"Desa, yaselamat datang-"Lah, namanya juga swadaya masyarakat, masyarakatnya juga peduli kan. Bagus," kata Fitri kepada Outner News saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (30/7/2025) sore.

Dalam pengumpulan dana tidak hanya warga, tetapi juga Kepala Desa Sunggal Kanan hingga Kepala Dusun ikut memberikan sumbangan.

Sebanyak 20 orang donatur berkontribusi untuk memperbaiki jalan sementara.

Selanjutnya, Fitri menjelaskan bahwa pembangunan di jalan tersebut sebenarnya sudah akan berjalan, hanya saja masyarakat kurang sabar.

Pembangunan tersebut sudah masuk ke Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan setahun lalu.

Jadi, prioritas utama adalah bahwa pembangunannya akan dilakukan tahun ini, hanya tanggal dan bulannya saat itu belum diketahui.

"Jadi, jika ada yang mengasumsikan Kepala Desa A sampai Z, tidak 'open'. Bukan tidak 'open', kami sudah mengajukan, sudah masuk ke (Musrenbang) dan menjadi prioritas Desa Sunggal Kanan, Jalan Setia Makmur," tegas Fitri.

Namun, dia menyesalkan bahwa ada yang berpikir dana desa sudah turun, tetapi pengerjaan jalan belum dilaksanakan.

Sebenarnya, ia juga sudah menyampaikan mekanismenya, terutama menyebut bahwa itu bukan kewenangan desa, melainkan kabupaten. Tapi masyarakat enggan tahu.

Warga hanya mengatakan jalan sudah rusak.

"Pada saat itu (Musrenbang), Bapak Bupati yang langsung berbicara, memang menjadi prioritas utama jalan Setia Makmur. Malam ini sudah dilakukan pengukuran," tambah Fitri.

Dia kemudian bercerita setelah setahun menjabat sebagai kepala dusun.

Ia langsung bertindak, mengirim surat agar terjadi perbaikan jalan, dan itulah sebabnya masuk ke dalam Musrenbang.

"Saya terus bergerak. Setiap 2 bulan sekali saya membersihkan paritnya, gotong royong, tapi kita tidak melakukan apa-apa di mata masyarakat. Tapi ya sudah, tidak apa-apa. Jalan akan segera diperbaiki, Insya Allah pada Agustus ini," kata Fitri.

Sebelumnya dilaporkan, warga Desa Sunggal Kanan akhirnya mengumpulkan dana untuk menimbun jalan rusak di Dusun II, Jalan Setia Makmur, setelah cukup lama dibiarkan rusak dan tergenang air.

Sudah dekat kami dengan kantor bupati, jalanannya rusak. Apalagikelen"Yang jauh itu," kata Wahyudi, warga sekitar, saat ditemui di bengkel sepeda motornya, Rabu (30/7/2025).

Menurut Wahyudi, kondisi jalan yang berlubang dan sering tergenang air sudah berlangsung cukup lama.

Warga seringkali kesal karena tidak ada perbaikan dari pemerintah.

"Padahal pendek kok, kalau tidak panjang, berapa meter itu, paling hanya 50 meter. Itu pun tidak mungkin," katanya sambil memperbaiki sepeda motor pelanggannya.

Wahyudi berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang segera membangun jalan tersebut.

Menurutnya, perbaikan saluran air atau drainase bisa menjadi langkah awal.

"Saya berharap segera dibangun, terutama parit ini diperbaiki. Air paritnya tidak sampai ke sungai. Buangannya sudah ke jalan, bukan lagi ke sungai," katanya sambil menunjuk ke parit yang penuh air limbah dan sampah.

Jarak jalan yang rusak itu ke sungai sekitar satu kilometer.

Gotong royong warga rutin dilakukan setiap minggu, namun belum cukup mengatasi genangan dan kerusakan jalan.

Karena belum juga diperbaiki, warga pun berinisiatif mengumpulkan dana untuk membeli batu dan menyewa truk agar jalan bisa ditimbun.

Ema, warga lainnya, mengakui sering merasa kasihan terhadap pengendara sepeda motor yang jatuh saat melintas, terutama saat hujan.

"Mobil mungkin bisa, tapi kalau naik motor bolak-balik jatuh," kata Ema.

Sebelum diperbaiki, warga telah beberapa kali mengeluhkan kondisi jalan.

Salah satu aksinya adalah dengan memancing bersama di genangan air jalan yang rusak pada Sabtu (26/7/2025).

"Warga heboh memancing di jalan karena sudah sangat kesal melihatnya. Ya, warga membuat aksi protes. Dibuatlah ikan lele dan memancing bersama," kata Ema, perempuan berusia 38 tahun itu.

Aksi warga menanam pisang, padi, hingga pepaya di badan jalan juga pernah dilakukan sebelumnya sebagai bentuk protes.

Video memancing di jalan tersebut sempat viral setelah diunggah akun Instagram @tkpmedan pada hari yang sama.

Posting Komentar

0 Komentar