Djarum Mengucurkan 900 Juta Rupiah Untuk "Sulap" Rumah Tua Menjadi Layak Huni

Jakarta, IDN Times- PT Djarum mengucurkan dana sebesar Rp900 juta untuk program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) bagi warga di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Ada 15 rumah tua yang sudah harus direnovasi sesuai dengan program tersebut.

Program tersebut bertujuan untuk memperbaiki rumah agar aman, nyaman, dan sehat untuk ditinggali, serta membantu langkah pemerintah dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di tengah masyarakat. Para penerima bantuan berasal dari dua desa, yaitu lima rumah di Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, dan 10 rumah di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan.

"Saat ini, terdapat 1.012.000 rumah tidak layak huni di Jawa Tengah, dan ini menjadi tugas kita semua. Tentu saja ini memerlukan kolaborasi dari semua sektor, termasuk sektor swasta seperti yang sudah dilakukan PT Djarum," kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dikutip Rabu (30/7/2025).

1. Setiap rumah mendapatkan suntikan sebesar 60 juta rupiah

General Manager Pengembangan Komunitas PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan melalui program bedah rumah tersebut, tempat tinggal yang direnovasi dan dibangun kembali mengacu pada tiga aspek dasar yaitu aman, nyaman, dan sehat untuk ditinggali. Program ini menerapkan intervensi total sehingga penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunan, serta melibatkan masyarakat di sekitar lingkungan dalam proses pembangunan.

Setiap rumah direnovasi atau dibangun ulang dengan anggaran sekitar Rp60 juta, dengan luasan setiap rumah yang telah direnovasi mencapai 34 meter persegi yang mencakup ruang tamu, dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur.

"Kami ingin setiap orang yang tinggal di rumah tersebut merasa aman, salah satunya dengan fondasi dan bangunan yang kuat, nyaman, serta sehat dengan pengaturan sirkulasi udara, pencahayaan, dan sanitasi yang baik. Dengan adanya tiga aspek tersebut, semoga kualitas hidup penghuninya juga semakin meningkat," kata Budiharto.

2. Cerita Nenek Parmi, dapat renovasi rumah gratis untuk atap yang bocor

Parmi, warga Desa Glapansari, Kecamatan Parakan adalah salah satu penerima bantuan RSLH. Dia mengatakan, dirinya sudah 54 tahun tinggal di rumahnya.

Selama ini, dia tinggal di bawah atap yang bocor ketika hujan. Lantai masih berupa tanah. Dia mengaku tidak mampu merawat rumah karena pendapatannya hanya Rp50 ribu per hari.

"Saya sudah tinggal di rumah ini selama 54 tahun bersama suami dan tiga putra. Suami saya sudah satu tahun mengalami stroke. Dengan profesi sebagai petani tembakau di lahan yang kecil, pendapatan kami sekitar 50 ribu per hari. Hanya cukup untuk biaya hidup. Jadi tidak bisa merawat rumah," kata Parmi.

Beberapa mengakui dirinya sangat senang mendapatkan bantuan dari RSLH, sehingga sekarang bisa tinggal di rumah dengan nyaman,

Tidak bisa dihindari, selama ini rumah dibiarkan apa adanya, bila hujan bocor dari depan hingga belakang. Lantainya juga dari tanah, jadi air sering meluap. Alhamdulillah, dengan bantuan dari PT Djarum ini rumah saya menjadi nyaman untuk ditinggali. Semoga Tuhan Allah membalas kebaikan ini," ujar Parmi.

3. Akan ada 350 rumah yang direnovasi

Sementara renovasi 15 rumah di Kabupaten Temanggung merupakan rangkaian dari program RSLH PT Djarum yang sepanjang tahun 2025 ini menargetkan akan merenovasi 350 rumah di wilayah Kudus dan beberapa kabupaten di wilayah Jawa Tengah.

Dengan demikian, jika mundur sejak 2022, renovasi rumah yang telah dan akan dilakukan PT Djarum hingga akhir tahun ini mencapai 620 hunian yang tersebar di Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara serta Purbalingga.

Tidak hanya merenovasi rumah, pada tahun ini PT Djarum juga aktif melakukan perbaikan sanitasi rumah warga dengan tema 'Sanitasi Terpadu Djarum' dengan target sekitar 300 unit sanitasi individu yang tersebar di tiga desa di Temanggung, yaitu Desa Rowo, Pendowo dan Samiranan.

"Berkat perbaikan sanitasi ini, kami berharap dapat meningkatkan kondisi lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat serta terhindar dari berbagai macam penyakit," kata Budiharto.

Posting Komentar

0 Komentar