Berita Luar, PEKANBARU -Berikut kunci jawaban IPAS kelas 4 halaman 153 dan 154 Ayo Menyelidiki membuat peta keberagaman provinsi dan penyebab keragaman budaya di Indonesia Bab 7 Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal sesuai buku paket Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD dan MI Kurikulum Merdeka edisi revisi 2023 terbitan Kemendikbudristek.
Bab 7 Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal
A. Kearifan Lokal di Masyarakat Sekitarku
B. Tradisi dan Budaya Masyarakat di Sekitarku
Mari Selidiki
Soal:
Pada bagian ini, kamu akan mengetahui tentang keragaman budaya di Indonesia. Ayo, lakukan beberapa langkah-langkah berikut!
Membuat Peta Keragaman Provinsi
1. Siapkan atlas dan buku literatur serta sumber lainnya.
2. Baca dan temukan kota yang terdapat di provinsi tempat tinggalmu.
3. Tulis dan cari tahu berbagai budaya di setiap kota di provinsi tempat tinggalmu. Berbagai budaya tersebut adalah suku, bahasa, rumah adat, makanan khas, senjata tradisional, kesenian, dan sebagainya.
4. Gambarlah kota dengan ukuran yang besar. Isi peta kota dengan gambar berbagai budaya sesuai daerahnya. Beri warna agar lebih menarik.
5. Jika sudah selesai, gabungkan dengan kelompok lain sehingga menjadi peta keragaman di provinsi tempat tinggal kalian. Kalian dapat menempelkannya di dinding sekolah atau papan pengumuman.
6. Setiap kelompok akan mempresentasikan setiap kota dengan berbagai budayanya setelah dipajang di area kelas.
7. Setiap kelompok akan mempresentasikan wilayah bagian provinsi dengan beragam budayanya.
Indonesia memiliki keragaman budaya yang berbeda-beda. Kalian akan menemukan tahu penyebab keragaman budaya yang ada di Indonesia. Apa penyebab keragaman budaya di Indonesia? Kalian akan menyelidiki penyebab keragaman budaya dengan berkelompok. Guru kalian akan memandu cara pembagian kelompok yang menyenangkan. Ayo, mari kita cari tahu bersama. Perhatikan langkah-langkah berikut!
1. Guru mendistribusikan kertas-kertas berisi pertanyaan di meja-meja ruangan kelas.
2. Setiap kelompok berkeliling dan menelusuri meja-meja di ruangan kelas untuk mengisi pertanyaan.
3. Ada lima pertanyaan yang harus kamu jawab:
a. Mengapa perbedaan membuat Indonesia menjadi unik?
b. Bagaimana dengan kondisi keragaman budaya di daerahmu?
c. Faktor apa yang menyebabkan suku bangsa di daerahmu berbeda dengan daerah lain?
d. Bagaimana sikapmu dalam rangka menghargai keragaman suku bangsa di Indonesia?
e. Mengapa kita patut bangga terhadap keberagaman budaya di sekitar kita?
4. Sepakati batas waktu di setiap meja bersama guru dalam kelompok lainnya.
5. Guru Anda akan memandu diskusi setelah semua kelompok selesai berkeliling. Hormati setiap pendapat yang diberikan selama diskusi.
6. Setiap kelompok akan menyampaikan jawaban dari pertanyaan yang telah diisi. Dengarkan dengan saksama penjelasan kelompokmu sehingga menambah pengetahuanmu.
Kunci jawaban:
Membuat Peta Keragaman Provinsi
contoh jawaban tertulis yang menjelaskan bagaimana Anda dapat menyelesaikan tugas membuat Peta Keberagaman Provinsi. Anda kemudian dapat menggunakan informasi ini untuk membuat peta visual Anda sendiri.
Contoh: Peta Keragaman Provinsi Jawa Barat (Anda perlu mengganti dengan provinsi Anda)
Provinsi Jawa Barat memiliki beragam budaya yang tersebar di berbagai kotanya. Berikut contoh beberapa kota dan keragaman budayanya yang dapat Anda tampilkan dalam peta:
1. Kota Bandung:
Suku: Sunda (Mayoritas), Jawa, Tionghoa, dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Sunda (dialek Bandung), Bahasa Indonesia.
Rumah Adat: Rumah Joglo (meskipun lebih umum di Jawa Tengah, variasi Joglo juga ada di Jawa Barat), Bale.
Makanan Khas: Batagor, Surabi, Karedok, Peuyeum.
Senjata Tradisional: Keris, Kujang (khusus Jawa Barat).
Seni: Jaipongan, wayang golek, gamelan degung.
2. Kota Bogor:
Suku: Sunda (sebagian besar), Jawa, dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Sunda (dialek Bogor), Bahasa Indonesia.
Rumah Adat: Rumah panggung, Bale.
Makanan Khas: Asinan Bogor, Soto Bogor.
Senjata Tradisional: Keris, Kujang.
Seni: Sisingaan (seni tradisional berupa pertunjukan boneka singa), wayang golek.
3. Kota Cirebon:
Suku: Sunda, Jawa, Cirebon (campuran Sunda dan Jawa).
Bahasa: Bahasa Sunda, Bahasa Jawa, Bahasa Cirebon (dialek campuran).
Rumah Adat: Rumah Adat Cirebon (dengan arsitektur unik, campuran Jawa dan Sunda).
Makanan Khas: Empal Gentong, Nasi Jamblang.
Senjata Tradisional: Keris.
Seni: Tari Topeng Cirebon, gamelan Cirebon.
4. Kota Sukabumi:
Suku: Sunda (Mayoritas).
Bahasa: Basa Sunda (dialek Sukabumi), Bahasa Indonesia.
Rumah Adat: Rumah panggung, Bale.
Makanan Khas: Dodol Garut (meskipun Garut terpisah, tetapi masih dekat dan sering dikaitkan).
Senjata Tradisional: Keris, Kujang.
Seni: Seni tradisional Sunda, seperti wayang golek.
5. Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam):
Suku: Aceh, Gayo, Alas, dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Aceh, Bahasa Gayo, Bahasa Indonesia.
Rumah Adat: Rumah Krong Bade, Rumah Aceh.
Makanan Khas: Mie Aceh, Nasi Gurih, Kuah Pliek U.
Senjata Tradisional: Rencong, Pedang.
Seni: Seudati (tari tradisional), musik tradisional Aceh.
6. Sumatra Utara:
Suku: Batak (Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola), Melayu, Mandailing, dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Batak (berbagai dialek), Bahasa Melayu, Bahasa Indonesia.
Rumah Adat: Rumah Batak (bervariasi sesuai marga), Rumah Melayu.
Makanan Khas: Nasi Niura, Saksang (Batak), Gulai Ikan Patin (Melayu).
Senjata Tradisional: Keris, Piso Gading (Batak).
Seni: Tortor (tari tradisional Batak), musik tradisional Batak.
7. Sumatra Barat:
Suku: Minangkabau.
Bahasa: Bahasa Minangkabau, Bahasa Indonesia.
Rumah Adat: Rumah Gadang.
Makanan Khas: Rendang, Nasi Padang, Gulai.
Senjata Tradisional: Keris, Badik.
Seni: Tari Piring, musik tradisional Minangkabau.
8. Riau:
Suku: Melayu.
Bahasa: Bahasa Melayu, Bahasa Indonesia.
Rumah Adat: Rumah Melayu.
Makanan Khas: Gulai Ikan Patin, Lemang.
Senjata Tradisional: Keris, Pedang.
Kesenian: Zapin (tarian tradisional Melayu), musik tradisional Melayu.
9. Jambi:
Suku: Melayu, Kerinci, dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Melayu, Bahasa Kerinci, Bahasa Indonesia.
Rumah Adat: Rumah Melayu, Rumah Kerinci.
Makanan Khas: Gulai Tempoyak, Wajik.
Senjata Tradisional: Keris, Pedang.
Seni: Tari tradisional Melayu dan Kerinci, musik tradisional.
10. Sumatera Selatan:
Suku: Melayu, Komering, Pasemah, dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Melayu, Bahasa Komering, Bahasa Pasemah, Bahasa Indonesia.
Rumah Adat: Rumah Limas, Rumah Rakit.
Makanan Khas: Pempek, Tekwan, Model.
Senjata Tradisional: Keris, Pedang.
Seni: Tari tradisional Melayu, musik tradisional Sumatra Selatan.
11. Bengkulu:
Suku: Rejang, Melayu, Serawai, dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Rejang, Bahasa Melayu, Bahasa Indonesia.
Rumah Adat: Rumah Bubungan Lima, Rumah Panggung.
Makanan Khas: Pendap, Lemambang.
Senjata Tradisional: Keris, Pedang.
Seni: Tari tradisional Bengkulu, musik tradisional.
12. Lampung:
Suku: Melayu, Lampung (berbagai sub suku), dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Melayu, Bahasa Lampung (berbagai dialek), Bahasa Indonesia.
Rumah Adat: Rumah Adat Lampung (bervariasi sesuai sub suku).
Makanan Khas: Seruit, Gabin.
Senjata Tradisional: Keris, Pedang.
Seni: Tari tradisional Lampung, musik tradisional.
13. Kalimantan Barat:
Suku: Dayak (banyak sub-suku seperti Dayak Iban, Dayak Kanayatn, dll.), Melayu, Tionghoa.
Bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu, Bahasa Dayak (berbagai dialek), Bahasa Tionghoa (Hakka, dll.).
Rumah Adat: Rumah Panjang (Rumah Betang), Rumah Melayu.
Makanan Khas: Bubur Pedas, Chai Kue, Kue Bingke.
Senjata Tradisional: Mandau (Dayak), Keris.
Seni: Tari Zapin Tembung (Melayu), Tari Monong (Dayak), Gamelan Melayu, Sape (alat musik Dayak).
14. Kalimantan Tengah:
Suku: Dayak (terutama Dayak Ngaju, Dayak Ot Danum, dll.), Banjar, Melayu.
Bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Dayak (berbagai dialek), Bahasa Banjar.
Rumah Adat: Rumah Betang (Rumah Panjang).
Makanan Khas: Juhu Singkah (Daun Rotan), Kalumpe (Sayur Daun Singkong Tumbuk), Wadi (Ikan/Daging yang Dikeringkan).
Senjata Tradisional: Mandau (Dayak), Keris.
Seni: Tari Tambun dan Bungai (Dayak), Karungut (seni cerita Dayak), Kecapi (alat musik petik).
15. Kalimantan Selatan:
Suku: Banjar, Dayak (Dayak Meratus/Bukit), Melayu, Jawa.
Bahasa: Bahasa Banjar, Bahasa Indonesia, Bahasa Dayak (dialek), Bahasa Jawa.
Rumah Adat: Rumah Banjar (Rumah Bubungan Tinggi), Rumah Lanting (Rumah Terapung).
Makanan Khas: Soto Banjar, Sate Tulang, Ketupat Kandangan.
Senjata Tradisional: Keris, Mandau (pada Dayak Meratus).
Seni: Tari Baksa Kembang (Banjar), Madihin (seni cerita Banjar), Musik Panting.
15. Kalimantan Timur:
Suku: Dayak (banyak sub-suku seperti Dayak Kenyah, Dayak Kayan, Dayak Benuaq, dll.), Kutai, Banjar, Bugis, Jawa.
Bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Dayak (berbagai dialek), Bahasa Kutai, Bahasa Banjar, Bahasa Bugis, Bahasa Jawa.
Rumah Adat: Rumah Lamin (Rumah Panjang Dayak).
Makanan Khas: Nasi Bekepor, Ayam Cincane, Gangan (Sup Ikan).
Senjata Tradisional: Mandau (Dayak), Keris.
Seni: Tari Hudoq (Dayak), Tari Kancet Ledo (Dayak), Musik Sape (alat musik Dayak).
16. Kalimantan Utara:
Suku: Dayak (terutama Dayak Agabag/Lun Bawang, Dayak Kenyah, Dayak Kayan), Tidung, Bulungan, Banjar, Bugis.
Bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Dayak (berbagai dialek), Bahasa Tidung, Bahasa Bulungan, Bahasa Banjar, Bahasa Bugis.
Rumah Adat: Rumah Baloy (Rumah Tidung), Rumah Lamin (Rumah Panjang Dayak).
Makanan Khas: Kapurung (makanan berbahan dasar sagu), Hinava (ikan mentah yang diasamkan), Tumpi.
Senjata Tradisional: Mandau (Dayak), Keris.
Seni: Tari Jugit (Tidung), Tari Lalatip (Dayak), Musik Sape (alat musik Dayak).
17. Sulawesi Utara:
Suku: Minahasa, Bolaang Mongondow, Sangir Talaud, dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Minahasa (berbagai dialek), Bahasa Mongondow, Bahasa Sangir, dan lainnya.
Rumah Adat: Rumah adat Minahasa (beragam), Rumah adat Mongondow.
Makanan Khas: Tinutuan (bubur Manado), Klapertaart.
Senjata Tradisional: Keris, Tombak.
Seni: Tari Kabasaran (Minahasa), Musik tradisional Minahasa.
18. Sulawesi Tengah:
Suku: Kaili, Pamona, Bungku, Tolaki, dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Kaili (berbagai dialek), Bahasa Pamona, Bahasa Bungku, Bahasa Tolaki, dan lainnya.
Rumah Adat: Rumah Adat Kaili, Rumah Adat Pamona.
Makanan Khas: Kapurung (bubur sagu), Ikan Bakar.
Senjata Tradisional: Keris, Tombak.
Seni: Tari tradisional Kaili dan Pamona, Musik tradisional Sulawesi Tengah.
19. Sulawesi Selatan:
Suku: Bugis, Makassar, Toraja, dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Bugis, Bahasa Makassar, Bahasa Toraja (berbagai dialek), dan lainnya.
Rumah Adat: Rumah Adat Bugis (beragam), Rumah Adat Makassar (beragam).
Makanan Khas: Coto Makassar, Sup Konro, Pallu Basa.
Senjata Tradisional: Badik (Bugis dan Makassar), Keris.
Seni: Tari Pakarena (Bugis), Musik tradisional Bugis dan Makassar.
20. Sulawesi Tenggara:
Suku: Tolaki, Buton, Muna, dan lainnya.
Bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Tolaki, Bahasa Buton, Bahasa Muna, dan lainnya.
Rumah Adat: Rumah Adat Tolaki, Rumah Adat Buton.
Makanan Khas: Kaledo (sup kepala sapi), Nasi Kuning.
Senjata Tradisional: Keris, Tombak.
Seni: Tari tradisional Tolaki, Buton, dan Muna, Musik tradisional Sulawesi Tenggara.
Cara Membuat Peta:
a. Gambarlah peta Provinsi Jawa Barat dengan ukuran yang cukup besar.
b. Tandai lokasi Kota Bandung, Bogor, Cirebon, dan Sukabumi pada peta. Anda bisa menambahkan kota-kota lain di Jawa Barat.
c. Di setiap kota, gambarlah simbol-simbol yang mewakili keragaman budayanya (misalnya, gambar kujang untuk senjata tradisional, gambar rumah adat, gambar makanan khas, dll.).
d. Berikan warna yang berbeda untuk setiap kota agar peta lebih menarik.
e. Buatlah legenda untuk menjelaskan simbol-simbol yang Anda gunakan.
Setelah peta selesai, gabungkan dengan peta kelompok lain untuk membentuk peta keberagaman Provinsi Jawa Barat yang lebih lengkap. Saat presentasi, jelaskan secara detail ragam budaya yang ada di setiap kota yang Anda tampilkan di peta.
Catatan: Gantilah contoh Provinsi Jawa Barat dan kotanya dengan provinsi dan kota di tempat tinggal Anda. Lakukan riset lebih lanjut untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan detail tentang keragaman budaya di setiap kota. Anda juga dapat menambahkan informasi lain seperti pakaian adat, alat musik tradisional, dan upacara adat.
Penyebab keragaman budaya di Indonesia
Berikut contoh jawaban mengenai penyebab keragaman budaya di Indonesia, disajikan dalam format yang sesuai untuk kegiatan berkeliling kelompok di kelas:
Meja 1: Mengapa perbedaan membuat Indonesia menjadi unik?
Indonesia menjadi unik karena perbedaannya menciptakan kombinasi yang kaya dan menarik dari berbagai tradisi, bahasa, seni, dan adat istiadat. Perbedaan ini memperkaya identitas nasional dan memberikan daya tarik tersendiri bagi Indonesia di mata dunia. Keunikan ini juga mendorong kreativitas dan inovasi dalam berbagai bidang.
Meja 2: Bagaimana kondisi keragaman budaya di daerahmu?
(Jawaban ini harus disesuaikan dengan kondisi daerah tempat tinggal Anda. Contoh berikut adalah contoh umum dan mungkin perlu dimodifikasi)
Di daerah saya, keragaman budaya sangat terasa. Ada berbagai suku bangsa yang hidup berdampingan dengan harmonis. Setiap suku memiliki tradisi, bahasa, dan adat istiadatnya masing-masing. Hal ini tercermin dalam berbagai kegiatan budaya, seperti festival, upacara adat, dan pertunjukan seni. Meskipun berbeda, masyarakat saling menghormati dan menjaga kerukunan.
Meja 3: Faktor apa yang menyebabkan suku bangsa di daerahmu berbeda dengan daerah lain?
(Jawaban ini juga harus disesuaikan dengan kondisi daerah tempat tinggal Anda)
Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan suku bangsa di daerah saya dengan daerah lain adalah:
- Sejarah: Sejarah migrasi dan interaksi antar kelompok etnis yang berbeda di masa lalu.
- Geografis: Kondisi geografis yang berbeda (misalnya, pegunungan, pesisir, dataran rendah) yang memengaruhi cara hidup dan budaya masyarakat.
- Pengaruh Budaya Asing: Pengaruh budaya asing yang masuk melalui perdagangan dan interaksi dengan bangsa lain.
- Agama: Perbedaan agama dan keyakinan yang memengaruhi nilai-nilai dan tradisi masyarakat.
Meja 4: Bagaimana pendapatmu dalam upaya menghargai keragaman suku bangsa di Indonesia?
Sikap saya dalam menghargai keragaman suku bangsa di Indonesia adalah:
- Menghormati: Menghormati perbedaan budaya, tradisi, dan adat istiadat setiap suku bangsa.
- Toleransi: Bersikap toleran terhadap perbedaan pendapat dan keyakinan.
- Belajar: Berusaha mempelajari budaya suku bangsa lain untuk memperluas wawasan dan pemahaman.
- Berpartisipasi: Berpartisipasi dalam kegiatan budaya yang diadakan oleh suku bangsa lain.
- Menjaga Kerukunan: Menjaga kerukunan dan persatuan antar suku bangsa.
Meja 5: Mengapa kita layak bangga terhadap keragaman budaya di sekitar kita?
Kita patut bangga terhadap keberagaman budaya di sekitar kita karena:
- Warisan Kekayaan: Keragaman budaya adalah warisan leluhur yang tak ternilai harganya.
- Identitas Nasional: Keragaman budaya memperkuat identitas nasional Indonesia sebagai bangsa yang besar dan multikultural.
- Potensi Wisata: Keragaman budaya menjadi daya tarik wisata yang dapat meningkatkan perekonomian daerah dan negara.
- Sumber Inspirasi: Keragaman budaya menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan karya seni dan budaya yang inovatif.
- Memperkuat Persatuan: Keragaman budaya dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa jika dikelola dengan baik.
Berikut kunci jawaban IPAS kelas 4 halaman 153 dan 154 Ayo Menyelidiki membuat peta keberagaman provinsi dan penyebab keragaman budaya di Indonesia Bab 7 Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal sesuai buku paket Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD dan MI Kurikulum Merdeka edisi revisi 2023 terbitan Kemendikbudristek.
( Outner News/ Pitos Punjadi )
0 Komentar